Baca Juga
Home / Editor Picks / 5 Hal yang Bisa Dipelajari Investor dari Shark Tank

5 Hal yang Bisa Dipelajari Investor dari Shark Tank

25434-Warren-Buffett-Quote-Risk-comes-from-not-knowing-what-you-re-doing

1. Mengerti dasarnya sebelum investasi.

Para pemodal usaha di Shark Tank tidak mau berjudi dengan uang mereka. Kamu bisa melihatnya dari level ketelitian mereka terhadap setiap proposal bisnis yang dipresentasikan.

Para pemodal usaha, atau dalam acara ini disebut Sharks, sering mengutarakan pertanyaan-pertanyaan berikut; “Berapa pendapatan yang sudah kamu hasilkan selama 3 tahun terakhir?”, “Apakah alasan dibalik penilaian bisnismu?”, “Berapa hutang yang dimiliki usaha ini?”, dan yang paling penting “Kapan saya bisa mendapat imbal hasil dari usaha ini?”.

Hal-hal yang sama juga harus dipertanyakan para investor ritel sebelum menginvestasikan uang mereka dalam sebuah saham. Tidak seperti kebanyakan investor ritel, Sharks mengerti perbedaan antara berspekulasi dan berinvestasi. Menurut Benjamin Graham dibukunya “Security Analysis”; “Investasi adalah sesuatu yang, setelah melewati analisis yang teliti, menjanjikan keamanan modal dan imbal hasil yang memuaskan. Investasi yang tidak menemui standar ini hanyalah sebuah spekulasi.”

Banyak investor yang membuat kesalahan dengan berinvestasi tanpa mengerti bagaimana perusahaan tersebut menghasilkan uang, dan yang lebih penting, kemampuan perusahaan tersebut menjaga dan meningkatkan performanya. Mungkin sesekali kamu bisa mendapat keuntungan dari spekulasi-spekulasi beruntung, tapi percayalah, investasimu akan lebih aman dan lebih menghasilkan jika kamu berinvestasi dengan cerdas.

2. Jangan biarkan emosi menutupi penilaianmu.

Tampilan keseluruhan dari potofolio seorang investor ditentukan dari kemampuannya untuk mengatur emosi. Investasi yang sukses membutuhkan control emosi yang kuat.

Investor cenderung berinvestasi di perusahaan yang produknya ia gunakan. Jika kamu menggunakan atau menyukai suatu produk, bukan berarti kamu harus berinvestasi di perusahaannya. Tidak ada salahnya memang, tapi pastikan terlebih dahulu, apakah perusahaan tersebut sahamnya layak dibeli? Satu-satunya alasan investor ritel melakukan ini, adalah karena adanya keterikatan emosi.

Tidak peduli sebagus apa ceritanya atau seinovatif apa produknya, Sharks akan memutuskan untuk berinvestasi (atau tidak berinvestasi) dengan berdasarkan logika, mereka tidak akan membiarkan emosi mempengaruhi keputusan mereka. Cara yang sama harus digunakan investor lainnya. Tidak semua ide brilian menghasilkan bisnis yang juga brilian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes