Baca Juga
Home / Article / Konflik AS dan Korea Utara: Jika perang benar-benar pecah, apa dampaknya terhadap perekonomian dunia?

Konflik AS dan Korea Utara: Jika perang benar-benar pecah, apa dampaknya terhadap perekonomian dunia?

575fd08d52bcd023008c9024

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara tak kian mereda. Keadaan semakin menarik setelah Presiden Donald Trump mengancam Korea Utara “won’t be around much longer” atau “akan hilang tidak lama lagi” di twitternya Senin minggu lalu, dimana Trump menyebut Kim Jong Un sebagai ‘Little Rocket Man’. Meski belum terlihat tanda-tanda akan terjadi perang betulan antara kedua negara tersebut, hal ini sudah mulai menarik perhatian para analis dan akademisi dunia.

NewPicture092

Sudah jelas, jika perang benar-benar pecah di antara AS dan Korea Utara – baik perang nuklir maupun perang senjata– akan memakan banyak korban jiwa dan menyebabkan penderitaan dimana-mana.

Namun disamping itu, staf riset Capital Economics telah menilai potensi dampak ekonomi yang bisa disebabkan oleh konflik AS dan Korut. Gareth Leather dan Krystal Tan dari Capital Economic mencatat bahwa negara-negara yang terlibat konflik besar setelah Perang Dunia II selalu mengalami penurunan ekonomi yang drastis.

Sejarah konflik militer menunjukkan besarnya dampak yang bisa disebabkan perang pada kondisi ekonomi suatu negara. Perang di Syria menyebabkan Produk Domestik Bruto negara tersebut jatuh hingga 60%. Konflik militer yang paling mengerikan setelah Perang Dunia II, bagaimanapun, adalah Perang Korea di tahun 1950-1953, yang berujung pada kematian lebih dari 1,2 juta warga Korea Selatan, dan jatuhnya PDB Korea Selatan hingga 80%.

Grafik dibawah menggambarkan kejatuhan ekonomi negara-negara yang terkena dampak konflik setelah Perang Dunia II:

NewPicture091

Source: Capital Economics

Dampak jatuhnya kondisi ekonomi Korea Selatan menyebar luas pada ekonomi global, dan karena Korea Selatan mencakup 2% dari total PDB dunia, tidak dapat dipungkiri, kondisi perekonomian global mengalami kekacauan yang cukup signifikan pada saat itu.

Dengan adanya perang, yang mengalami pengaruhnya pertama kali adalah rantai pasokan internasional. Kita bisa melihat peristiwa 6 tahun lalu dimana Thailand dihantam banjir bandang yang merusak industri manufaktur negara tersebut. Dampaknya pada kondisi perekonomian dunia dinilai cukup signifikan. PDB dunia dalam tiga bulan terakhir tahun 2011 jatuh 4% year-on-year, yang berujung pada menurunnya output manufaktur hingga 16%.

Dalam kasus Korea Selatan, dampaknya jauh lebih besar, karena ekspor yang dilakukan Korea Selatan 3 kali lebih besar daripada Thailand. Belum lagi, Korea Selatan adalah produser LCD terbesar di dunia (40% dari total produksi dunia) dan semikonduktor terbesar kedua di dunia. Korea selatan juga merupakan kunci manufaktur otomotif dan rumah bagi tiga perusahaan pendiri kapal terbesar di dunia.

Jika produksi Korea Selatan rusak parah karena perang, akan terjadi kelangkaan di seluruh dunia. Kekacauannya berlangsung cukup lama – mengingat dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun untuk membangun pabrik semikonduktor.

Konflik apapun juga bisa memiliki dampak besar terhadap ekonomi Amerika Serikat, mengingat biaya yang tidak sedikit untuk melancarkan perang di tanah orang. Bisa dilihat contohnya di tahun 1952, Pemerintah AS menghabiskan setidaknya 4,2% dari total PDB negara dalam perang Korea.

Inilah yang kurang lebih akan terjadi jika perang benar-benar pecah di antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Tidak peduli konflik antar negara manapun, perang hanya akan memakan korban jiwa dan merusak banyak faktor dalam negri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes
Ahsanul KabirWeb Development