Baca Juga
Home / Baca Juga / Memahami Reksadana Terproteksi

Memahami Reksadana Terproteksi

protected 2

Reksadana Terproteksi adalah jenis reksadana yang karakternya mirip dengan deposito. Sama seperti Deposito reksadana ini memiliki masa jatuh tempo, membagikan keuntungan (dividen) secara periodik, dan biasanya nilai pokok investasi investor masih tetap utuh pada saat jatuh tempo. Jadi pada umumnya investor yang memilih reksadana ini hanya mengharapkan mendapat keuntungan secara periodik, dan tidak khawatir akan terjadinya penurunan pada nilai pokok investasi yang ditanamkan.

Produk reksadana ini banyak diminati beberapa tahun terakhir karena memiliki karakteristik seperti deposito dan umumnya memberikan imbal hasil di atas deposito. Namun seperti kita ketahui salah satu keunggulan dari deposito adalah adanya perlindungan terhadap nilai pokok investasi, jaminan yang sama tidak diberikan oleh reksadana terproteksi, lalu apakah arti dibalik kata ‘terproteksi’ disini.

Kata ‘terproteksi’  memberikan rasa aman dan kesan seolah-olah dana pokok nasabah pasti akan terlindungi. Yang dimaksud dengan melindungi nilai pokok adalah ketika terjadi “hal yang tidak diinginkan” dana investor masih utuh, paling tidak modal pokoknya. Atau dengan kata lain investasi yang tidak mungkin rugi. Namun pada kenyataannya Reksadana Terproteksi sebenarnya TIDAK melindungi nilai pokok nasabah.

Reksadana Terproteksi “Berusaha” melindungi nilai pokok investasi investor dengan cara melakukan strategi investasi pasif. Caranya dengan membeli obligasi dan memegangnya hingga jatuh tempo. Hal ini berbeda dengan strategi investasi aktif yang dilakukan oleh Reksadana Pendapatan Tetap dimana, reksadana tersebut melakukan jual beli obligasi secara aktif sehingga periode jatuh temponya selalu berubah-ubah tergantung dari obligasi yang dimilikinya, dengan tujuan memberikan keuntungan yang lebih besar untuk investor, namun jika salah dilakukan juga berpotensi memberikan kerugian.

Dengan strategi investasi obligasi dengan strategi pasif, maka peluang untung atau rugi dalam proses jual – beli obligasi akan hilang, karena obligasi yang sudah dibeli akan terus disimpan sampai masa jatuh tempo. Jadi jika pihak yang berhutang (obligor) membayar bunga pinjaman dengan lancar dan melunasi seluruh hutangnya pada saat jatuh tempo, maka dana pokok investor akan kembali seutuhnya.

Namun kondisi-kondisi yang dapat membuat investor mengalami kerugian terhadap sebagian atau seluruh nilai pokok investasinya antara lain:

  1. Obligor (pihak yang berhutang) tidak mampu membayar bunga dan atau pokok obligasi sehingga menyebabkan harga obligasi tersebut jatuh. Hal ini dapat mendatangkan kerugian bagi investor jika Investor mencairkan uang sebelum periode jatuh tempo dan memaksa manajer investasi untuk menjual obligasi tersebut dimana harga jual obligasi lebih rendah dibanding harga pembelian pertama kali
  2. Obligor gagal membayar uang yang dipinjamnya karena bangkrut, maka secara otomatis uang investor yang digunakan membeli obligasi tersebut akan hilang. Meskipun kemungkinan ini terbuka namun peluangnya tidak terlalu besar, karena sebuah reksadana umumnya memiliki obligasi lebih dari 1 perusahaan, dan umumnya perusahaan yang memiliki resiko kebangkrutan kecil.

Kesimpulannya Reksadana Terproteksi bukanlah Reksadana Bergaransi. Tidak ada jaminan uang investor akan kembali. Namun bagaimanapun juga resiko dalam berinvestasi dalam reksadana ini masih lebih rendah daripada reksadana pendapatan tetap juga reksadana saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes
Ahsanul KabirWeb Development