Baca Juga
Home / Galeri / The Great Investors : Warren Buffett, Volume 1

The Great Investors : Warren Buffett, Volume 1

THE GREAT INVES 123

Sebagai investor ritel, sudah sewajarnya kita banyak belajar dari tokoh-tokoh besar dunia investasi. Pengalaman mereka jauh lebih banyak. Sebelum sukses, mereka mengalami jatuh-bangun dalam berinvestasi. Mereka pun mengalami kerugian, namun tidak menyerah dalam meraih keuntungan. Banyak sekali ilmu yang bisa kita pelajari dari mereka. Salah satu tokoh legendaris dalam dunia investasi adalah Warren Buffett. Siapa yang tidak mengenal Warren Buffett?

Warren Buffett sering disebut-sebut sebagai investor terhebat di dunia. Buffett adalah Ketua dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway. Lahir di Omaha, 30 Agustus 1930, Buffett mendapat julukan “Oracle of Omaha” berkat investasi-investasi cerdas selama masa kariernya yang lebih dari 60 tahun. Buffett sudah menunjukkan bakat yang kuat terkait uang dan bisnis sejak kecil, dengan memperlihatkan keberaniannya berusaha dan berinisiatif.

warren-buffet-childhood_1460550841

Buffett mengawali kariernya di usia yang sangat muda. Pekerjaan pertama Buffett adalah saat ia bekerja di toko grosir kakeknya. Dan pada usia 11 tahun Buffett menjadi dewan pengurus di Harris Upham, sebuah perusahaan New York Stock Exchange (NYSE). Sejak usia dini Buffett terbukti dapat menghasilkan uang sendiri. Buffett mendapatkan pengembalian pajaknya pertama kali di usia 13 tahun. Ia mengklaim bahwa sepeda dan jam tangan pertama yang ia miliki dibeli dari hasil kerjanya menjadi pengantar koran.  Dan investasi pertamanya pun dimulai sejak dini. Pada usia 11 tahun, Buffett dan adiknya, Dorris, membeli tiga saham preferensi Cities Service senilai US$ 38,25 per saham.

Dari investasi pertama inilah Buffett mendapat 3 pelajaran berharga yang terbukti berpengaruh terhadap kariernya di bidang investasi. Tiga pelajaran tersebut adalah: jangan panik ketika harga jatuh. Investor membutuhkan kesabaran dan keinginan kuat untuk bertahan dalam kesulitan, saham Cities Service jatuh menjadi US$ 27. Pelajaran kedua adalah jangan menjual untuk memperoleh keuntungan jangka pendek. Saat harga saham Cities Service naik menjadi US$ 40, Buffett menjualnya. Namun tanpa disangka nilai sahamnya naik lagi hingga US$ 202 per saham setelah Buffett menjual bagian saham miliknya. Hal ini mengajarkan Buffett untuk berinvestasi di perusahaan yang baik dengan jangka waktu yang lama. Dan pelajaran terakhir: Buffett belajar mengenai tanggung jawab perorangan. Buffet merasa sangat bersalah pada adiknya saat harga saham Cities Service jatuh, karena adiknya sudah mempercayakan uang kepadanya. Buffett memutuskan bahwa ia harus yakin akan meraih sukses jika ia ingin menginvestasikan uang orang lain.

Prestasi Buffett di bidang pendidikan pun cukup mengesankan. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di University of Nebraska, Buffett mendaftar di Columbia Graduate Business School. Disinilah ia bertemu mentornya, Benjamin Graham, salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam karier investasi Buffett. Buffett meninggalkan Columbia pada tahun 1951, dengan gelar Master di bidang ekonomi dan pemahaman yang sangat berharga mengenai prinsip-prinsip utama Graham: nilai intrinsik dan margin keamanan.

Meskipun Buffett menggebu-gebu untuk belajar dan menjalani investasi, ayahnya dan mentornya, Benjamin Graham, melarangnya mencari  nafkah di bursa saham, karena mereka menilai cara ini terlalu beresiko dan Buffett tidak akan bertahan. Namun Buffett yakin inilah yang ingin dia lakukan, yaitu mempertahankan minatnya pada investasi yang sudah membuatnya bersemangat sejak kecil. Buffett tahu bahwa dunia saham bisa beresiko, namun ia tetap bertahan pada pilihannya dan ia bersedia untuk terus belajar. Karena Buffett tahu, semakin ia belajar, strategi investasinya akan menjadi semakin baik. Buffett paham betul, jika ia tidak belajar dan tidak memahami apa yang ia lakukan, akan sangat banyak resiko yang harus ia hadapi.

Warren-Buffett-Quotes-3

Buffett sempat menawarkan diri untuk bekerja pada Benjamin Graham tanpa dibayar, karena keinginannya untuk belajar. Namun, Buffett ditolak. Ditolak untuk sementara waktu, Buffett kemudian bekerja sebagai salesman untuk perusahaan pialang ayahnya. Selama lebih dari tiga tahun Buffett bekerja di perusahaan pialang. Dan pada tahun 1954 Graham menawarinya sebuah posisi sebagai analis sekuritas. Dua tahun kemudian Graham pensiun, dan Buffet yang telah berusia 25 tahun kembali ke Omaha, saat itu ia sudah memiliki pengetahuan dasar tentang prinsip-prinsip investasi Graham, dan uang $174.000, sebagai hasil investasinya yang cerdas.

Karier Buffett tidak berhenti disini saja, setelah Graham pensiun, Buffett pun mulai merintis usahanya sendiri. Ini hanya sebagian dari kisah Buffett, perjalanan kariernya hingga disebut Investor Terhebat Dunia masih sangat panjang. Hanya dari kisah perjalanan karier Buffett dalam dunia investasi saja, investor-investor lain bisa banyak belajar. Perjalanan karier Buffett akan diungkap lebih dalam di artikel The Great Investors : Warren Buffett, Volume 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes
Ahsanul KabirWeb Development