Baca Juga
Home / Artikel Terbaru / The Great Investors : Warren Buffett, Volume 2

The Great Investors : Warren Buffett, Volume 2

TUI

Sebelumnya sudah dibahas masa-masa awal perjalanan karier Buffett. Pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai investasi-investasi Buffett, melihat bagaimana investor legendaris membangun kariernya dari bawah.

Setelah bekerja pada Graham, Warren Buffett berniat untuk membangun usahanya sendiri. Antara tahun 1956 dan 1969 Buffett menjalankan sejumlah firma dan mengundang para investor untuk memberinya kesempatan menginvestasikan dana mereka. Buffett membangun usaha ini dengan tujuan mengungguli Dow Jones Industrial Average dalam kurun waktu tiga tahun.

Yang pertama adalah Buffett Associates Ltd., dengan tujuh partner dan dan investasi sebesar US$ 105.000. Dan yang terakhir adalah Buffett Partnership Ltd., dengan lebih dari 90 partner, dan bernilai sebesar US$ 104 juta, yang merupakan pencapaian mengejutkan dengan nilai keuntungan melebihi Dow Jones, tepat seperti yang diinginkan Buffett. Bagaimana Buffett mendapatkan keuntungan sebesar itu? Ia melakukan investasi pada saham-saham yang dihargai lebih rendah dibandingkan nilai aktiva bersih di dalam neraca mereka, serta saham-saham dengan margin keamanan bagus.

Dalam menjalankan firmanya, Buffett memiliki beberapa kebijakan unik. Buffett bersedia tidak dibayar jika investasinya gagal. Selain itu, Buffett juga tidak menerima bayaran sampai tercapai ambang laba tahunan sebesar 6%. Namun pada kenyataannya, ambang 6% itu selalu bisa tercapai. Ini membuat partner Buffett senang, dan Buffett sendiri menjadi seorang jutawan.

Pada tahun 1962, Buffett mulai memperoleh saham-saham Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan manufaktur tekstil yang besar dalam industri namun sedang mengalami penurunan. Selain itu Buffett juga membeli saham-saham di beberapa perusahaan terkemuka, dua diantaranya adalah Amex dan Disney.

American Express
Pada tahun 1unnamed (1)960-an, Amex tertipu dan harga sahamnya turun hingga separuh nilainya. Buffett memanfaatkan kondisi menyedihkan ini dengan menggunakan 40% modal kerjasamanya untuk membeli  5% dari saham Amex dengan harga hanya US$ 13 juta. Buffett yakin telah memiliki margin keamanan yang cukup, berdasarkan pendapatan Amex di masa mendatang sebagai hasil dari monopoli maya di bidang bisnisnya.  Menariknya, Buffet tidak menolak untuk “meletakkan telur-telurnya di dalam satu keranjang”, dapat dilihat dari bagaimana ia menanamkan 40% asetnya ke dalam Amex.
Disney
Selain Amex, Buffett juga walt-disney-pictures-vector-200x200sangat tertarik dengan saham Disney. Disney memiliki franchise yang luar biasa, dengan harga saham saat itu US$ 90 juta. Buffett sangat gembira karena harga saham Disney terlalu rendah untuk perusahaan sebesar dan sebagus itu. Buffet menginvestasikan sejumlah besar saham di Disney pada tahun 1966 dan menjualnya pada tahun 1967, dengan keuntungan 55%. Pada tahun 1995 Buffett kembali melakukan investasi di Disney, menukarkan saham-saham Capital Cities/ABC Inc. demi saham Disney. Saat itu, partner-partner Buffett, para pemegang saham Berkshire Hathaway mengatakan pada media bahwa Buffet terang-terangan mencaci maki dirinya sendiri karena menjual saham Disney terlalu dini, karena saham Disney naik 138 kali lipat antara tahun 1967 samapai 1995. Ini bisa dijadikan contoh lain dari kesalahan akibat menjual saham terlalu cepat, akhirnya Buffett lebih memilih mempertahankan saham dalam jangka panjang.
Meskipun Buffett terus meraih kesuksesan dalam investasinya, yang membuat partner-partnernya senang, Buffett sempat mengalami kemunduran. Pada tahun 60-an saat pasar sedang bullish dan melaju cepat, Buffet merasa tidak nyaman dan gelisah. Sikapnya yang berfokus pada profitabilitas jangka panjang dan ketidaksukaannya membayar jumlah kelipatan yang tinggi, membuat dirinya tidak familiar dengan filosofi-filosofi umum pada masa itu, ini membuat Buffett nampak seperti seorang reaksioner ketinggalan zaman. Dengan otomatis Buffett merasa tidak cocok, dan ini membuatnya sangat terganggu.

Pada tahun 1967, Buffett yang sudah tidak bisa menahan kegelisahannya akhirnya menulis surat untuk para partnernya di Buffett  Partnership Ltd. :

“Pada dasarnya saya tidak tahu menahu dengan kondisi saat ini… Saya tidak akan melepaskan pendekatan sebelumnya yang saya pahami benar… meskipun itu mungkin berarti mengabaikan keuntungan besar, yang tampaknya mudah diperoleh, karena menerapkan sebuah pendekatan yang tidak betul-betul saya mengerti, tidak bisa diterapkan dengan sukses, dan mungkin bisa berakhir dengan kehilangan modal besar secara permanen.”

Dua puluh bulan setelah ia menulis surat itu, kerja sama mereka berakhir pada Mei 1969, yang berujung dengan ditutupnya Buffett Partnership Ltd. Masing-masing diberi tiga pilihan yaitu:

      • Kas, dan atau
      • Saham-saham di Berkshire Hathaway, dan atau
      • Saham-saham di Diversifikasi Penjualan Eceran

Buffett memilih bertahan dengan Berkshire Hathaway, bersama dengan beberapa partner lainnya. Sahamnya dalam kerja sama bernilai US$ 25 juta, diambil dari 29% saham di Berkshire Hathaway, dan Buffett ditunjuk sebagai sebagai ketua. Pada saat itu Buffett sudah menjadi seorang multijutawan, dan di usianya yang baru 40 tahun, Buffett dapat pensiun dini dengan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes
Ahsanul KabirWeb Development