Harga Bitcoin Turun Setelah Mencapai Puncak Baru, Analis: Jangan Panik!

Indah

Harga Bitcoin Turun Setelah Mencapai Puncak Baru, Analis: Jangan Panik!

Kelasinvestasi.com Harga Bitcoin Turun Setelah Mencapai Puncak Baru, Analis: Jangan Panik! – Pada tanggal 5 Maret, Bitcoin mencapai puncak tertinggi baru sebesar US$69.324, menyita perhatian dunia keuangan saat Wall Street memulai sesi perdagangannya. Namun, momen ini juga disertai dengan koreksi signifikan sebesar 9,75 persen, yang mendorong Harga Bitcoin turun menjadi US$59.323. Meskipun penurunan ini terbilang tajam, para analis melihatnya sebagai langkah yang penting untuk menciptakan konsolidasi yang sehat dalam pasar kripto ini.

Mereka meyakini bahwa periode penyesuaian seperti ini merupakan bagian alami dari perjalanan Bitcoin. Bitcoin menuju pertumbuhan yang lebih stabil di masa depan. Sebaliknya, penurunan harga tidak dipandang sebagai tanda kemunduran. Tanda itu melainkan sebagai bagian yang diperlukan untuk membangun fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan demikian, di tengah gejolak pasar, harapan akan pertumbuhan yang lebih mapan tetap mengemuka.

Harga Bitcoin Turun Setelah Mencapai Puncak Baru

Cointelegraph baru-baru ini melaporkan tentang fluktuasi harga Bitcoin yang signifikan, dengan data yang disajikan oleh Cointelegraph Markets Pro dan TradingView. Pada data itu menunjukkan bahwa cryptocurrency ini tengah diperdagangkan sekitar 9 persen di bawah rekor tertinggi yang baru saja dicapainya. Meskipun terjadi penurunan ini, kinerja Bitcoin dalam sepekan terakhir masih mengesankan, dengan nilai yang naik sekitar 12 persen.

Namun, penurunan tajam ini dalam nilai Bitcoin telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan banyak pihak tentang kemungkinan arah harga ke depannya. Volatilitas yang melekat pada Bitcoin sudah menjadi hal yang umum dalam pasar kripto. Sering kali memicu aktivitas perdagangan spekulatif dan minat investor yang meningkat.

Seorang analis pasar bernama Aksel Kibar secara visual menggambarkan puncak harga Bitcoin melalui sebuah grafik. Pada Grafik Menggambarkan lonjakan di atas angka US$69.000 sebagai tahap FOMO, yaitu titik di mana ketakutan akan ketinggalan mendorong tingkah laku investor. Pada tanggal 4 Maret, Kibar menyoroti perdagangan Bitcoin yang berada dalam kisaran harga US$65.000 hingga US$68.000, mendekati puncak yang terjadi pada November 2021.

Dia memberikan peringatan kepada investor untuk tidak terjebak dalam euforia pada level harga tersebut, dengan menekankan pentingnya pengambilan keputusan investasi yang lebih strategis. “Saya rasa kenaikan harga ini bukanlah sinyal untuk terburu-buru. Jangan terjebak dalam FOMO sebagai bagian dari tren ini,” katanya.

Peringatan dari Kibar ini mencerminkan sentimen umum di kalangan investor. Sentimen yang dimaksud yaitu untuk menghindari pengambilan keputusan yang impulsif berdasarkan ketakutan akan ketinggalan. Sarannya bertujuan untuk membimbing investor menuju pendekatan perdagangan Bitcoin yang lebih terencana, terutama saat harga mendekati rekor tertinggi. Alex Thorn, yang menjabat sebagai Kepala Penelitian di Galaxy Research, menarik paralel antara pergerakan harga Bitcoin saat ini dengan kinerjanya di masa lalu, khususnya pada tahun 2020. Dia mencatat bahwa Bitcoin sering mengalami koreksi singkat setelah mencapai rekor baru.

Pandangan dan Analisis Terkini Mengenai Potensi Pergerakan Harga Bitcoin

Pandangan dan Analisis Terkini Mengenai Potensi Pergerakan Harga Bitcoin

Thorn mengemukakan sebuah pandangan bahwa dalam kemungkinan perulangan sejarah, Bitcoin berpotensi mengalami penurunan sekitar 11,3 persen lebih rendah dalam rentang waktu 15 hari sebelum akhirnya melampaui rekor tertingginya kembali dalam beberapa minggu ke depan. Tinjauan historis ini memberikan landasan yang kuat untuk mengantisipasi pergerakan harga jangka pendek dari Bitcoin.

Potensi penurunan ke kisaran harga antara US$50.000 hingga US$60.000 lebih lanjut ditegaskan oleh analisis yang dilakukan oleh Peter Brandt. Pada tanggal 2 Maret, Brandt membagikan sebuah grafik yang menunjukkan pola perdagangan Bitcoin dalam sebuah kanal naik yang memiliki lebar yang signifikan.

Dia menyoroti bahwa batas tengah dari pola ini berfungsi sebagai level support jangka pendek, yang berada di bawah angka US$55.000. Hal ini menekankan bahwa penurunan harga ke level tersebut bisa memberikan peluang bagi investor untuk melakukan pembelian. Di sisi lain, Ali, seorang analis independen, mencatat bahwa indikator TD Sequential telah menghasilkan sinyal jual pada grafik harian. Sehingga bisa menuntut para trader untuk memberikan perhatian khusus.

Indikator ini, yang telah terbukti andal dalam memprediksi tren Bitcoin sejak awal tahun ini. Memang sebelumnya telah memberikan sinyal pembelian pada awal bulan Januari, yang kemudian diikuti oleh lonjakan harga sebesar 34 persen. Sinyal jual berikutnya muncul pada pertengahan bulan Februari dan diikuti oleh penurunan sebesar 4,44 persen. Pengamatan yang dilakukan oleh Ali menekankan betapa pentingnya peran indikator teknikal dalam membimbing keputusan perdagangan.

Reaksi pasar terhadap kenaikan harga Bitcoin yang melampaui angka US$69.000 menyoroti sifat spekulatif dari investasi kripto tersebut. Lebih dari US$1,17 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam waktu 24 jam setelah mencapai puncaknya. Pada puncaknya dengan nilai likuidasi long mencapai US$846 juta. Likuidasi long Bitcoin saja mencapai nilai US$236,33 juta, yang menunjukkan risiko yang melekat dalam melakukan perdagangan leverage di pasar kripto yang sangat fluktuatif.

Kesimpulan

Dengan demikian, pernyataan-pernyataan dan analisis yang disajikan oleh para ahli serta reaksi pasar terhadap pergerakan harga Bitcoin memberikan gambaran yang komprehensif tentang dinamika pasar kripto saat ini. Meskipun terdapat potensi penurunan harga dalam jangka pendek, namun tetap terdapat peluang bagi investor untuk mengambil keuntungan dari fluktuasi pasar yang ada.

Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto bersifat sangat spekulatif dan perdagangan leverage dapat meningkatkan risiko yang terlibat. Oleh karena itu, pengambilan keputusan yang bijaksana dan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor fundamental serta teknikal sangatlah penting dalam menjalankan strategi investasi yang sukses di pasar kripto.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment