Terra (LUNA): Melangkah Mantap dengan Fokus pada Stablecoin

admin

Terra (LUNA): Melangkah Mantap dengan Fokus pada Stablecoin

Terra (LUNA) adalah blockchain yang bertujuan untuk menyediakan infrastruktur keuangan yang dapat diakses oleh semua orang. Jaringan ini menggunakan stablecoin, yang merupakan mata uang digital yang dipatok pada nilai aset lain, seperti dolar AS. Stablecoin Terra, yang dikenal sebagai TerraUSD (UST), dirancang untuk mempertahankan nilai dolarnya, membuatnya ideal untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari.

Sejarah Terra (LUNA)

Terra didirikan pada tahun 2018 oleh Daniel Shin dan Do Kwon. Shin sebelumnya adalah kepala penelitian di perusahaan e-commerce Coupang, sementara Kwon adalah seorang insinyur perangkat lunak yang pernah bekerja di Microsoft dan Apple.

Jaringan Terra diluncurkan pada tahun 2019, dan LUNA, token asli jaringan, awalnya dijual dengan harga $0,85. Harga LUNA kemudian meningkat pesat, mencapai rekor tertinggi $119,18 pada bulan April 2022.

Bagaimana Cara Kerja Terra (LUNA)?

Terra menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) untuk memvalidasi transaksi. Validator yang mempertaruhkan LUNA mereka diberi imbalan sebagai imbalan atas pekerjaan mereka membantu mengamankan jaringan.

Stablecoin Terra, UST, dipatok pada nilai dolar AS melalui penggunaan algoritma yang disebut “Seigniorage”. Algoritma ini menyesuaikan pasokan UST yang beredar berdasarkan permintaan. Ketika permintaan UST tinggi, algoritma akan meningkatkan pasokan UST, yang akan menyebabkan harga UST turun. Sebaliknya, ketika permintaan UST rendah, algoritma akan mengurangi pasokan UST, yang akan menyebabkan harga UST naik.

Apa Keuntungan Menggunakan Terra (LUNA)?

Ada beberapa keuntungan menggunakan Terra (LUNA), termasuk:

  • Transaksi yang cepat dan murah: Transaksi di jaringan Terra diproses dengan cepat dan murah, yang membuatnya ideal untuk digunakan dalam pembayaran sehari-hari.
  • Stablecoin yang andal: UST adalah stablecoin yang andal yang mempertahankan nilai dolarnya. Hal ini membuatnya ideal untuk digunakan dalam perdagangan, peminjaman, dan aktivitas keuangan lainnya.
  • Ekosistem yang berkembang: Terra memiliki ekosistem yang berkembang pesat yang mencakup berbagai aplikasi keuangan, termasuk pertukaran terdesentralisasi, layanan pinjaman, dan dompet digital.

Tantangan yang Dihadapi Terra (LUNA)

Terra (LUNA) menghadapi beberapa tantangan, termasuk:

  • Volatilitas harga LUNA: Harga LUNA sangat fluktuatif, yang dapat membuat sulit untuk menggunakannya sebagai mata uang sehari-hari.
  • Kekhawatiran tentang stabilitas UST: Beberapa ahli keuangan telah menyatakan kekhawatiran tentang stabilitas UST, dengan alasan bahwa algoritma Seigniorage tidak cukup untuk mempertahankan patokan dolar.
  • Persaingan dari blockchain lain: Terra menghadapi persaingan dari blockchain lain yang juga menawarkan stablecoin, seperti Ethereum dan Solana.

Kesimpulan

Terra (LUNA) adalah blockchain yang sedang berkembang pesat dengan fokus pada stablecoin. Jaringan ini memiliki beberapa keunggulan, termasuk transaksi yang cepat dan murah, stablecoin yang andal, dan ekosistem yang berkembang pesat. Namun, Terra juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk volatilitas harga LUNA, kekhawatiran tentang stabilitas UST, dan persaingan dari blockchain lain.

Secara keseluruhan, Terra (LUNA) adalah proyek yang menarik dengan potensi besar. Namun, investor harus menyadari risiko yang terlibat sebelum berinvestasi di LUNA atau UST.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment